Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka periode 2024–2029, struktur kementerian pendidikan mengalami perubahan signifikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang ada sebelumnya, dipecah menjadi tiga kementerian terpisah:
-
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: Dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., seorang cendekiawan Muslim dengan latar belakang pendidikan agama Islam. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan memiliki pengalaman luas dalam dunia pendidikan.
-
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi: Awalnya dipimpin oleh Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, seorang akademisi dengan latar belakang di bidang sains dan teknologi. Namun, pada Februari 2025, beliau mengundurkan diri dan digantikan oleh Prof. Brian Yuliarto, seorang Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
-
Kementerian Kebudayaan: Dijabat oleh Fadli Zon, seorang politisi yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan seni.
Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan fokus dan efisiensi dalam pengelolaan sektor pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Dengan pembagian tanggung jawab yang lebih spesifik, diharapkan masing-masing kementerian dapat lebih optimal dalam menjalankan program-programnya.
Sejak dilantik, para menteri tersebut telah mengemukakan berbagai program dan kebijakan untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan. Misalnya, Prof. Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pembenahan sistem pendidikan dan kurikulum agar lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa Indonesia. citeturn0search4
Dengan komposisi kabinet yang baru ini, masyarakat berharap akan terjadi kemajuan signifikan dalam sektor pendidikan dan kebudayaan, sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman.