Asal-usul danantara 2025

 Kita ketahui bersama bahwa baru-baru ini tengah ramai menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat mengenai "DANANTARA". Sebenarnya apa itu danantara, simak penjelasan dibawah ini 


Danantara, atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, adalah badan investasi strategis yang didirikan pada 24 Februari 2025 di Indonesia. Tujuannya adalah mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Asal Usul Nama "Danantara"

Nama "Danantara" dipilih langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Daya" berarti energi, "Anagata" berarti masa depan, dan "Nusantara" merujuk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gabungan kata ini mencerminkan kekuatan dan potensi masa depan Indonesia. 

Struktur Organisasi dan Kepemimpinan

Danantara dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Struktur organisasi utama terdiri dari:

  • Dewan Pengawas: Dipimpin oleh Erick Thohir, dengan anggota seperti Sri Mulyani Indrawati, Muliaman Darmansyah Hadad, Sir Anthony Charles Lynton Blair, dan Raymond Thomas Dalio. 

  • Dewan Penasihat: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. 

  • Dewan Pengelola:

    • Chief Executive Officer (CEO): Rosan Roeslani.
    • Chief Investment Officer (CIO): Pandu Patria Sjahrir.
    • Chief Operating Officer (COO): Dony Oskaria. 

Tujuan dan Fokus Investasi

Danantara bertujuan mengelola aset negara secara efisien dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti:

  • Hilirisasi industri
  • Pembangunan infrastruktur
  • Ketahanan pangan
  • Ketahanan energi
  • Pengembangan industri substitusi impor dan digital

Investasi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. citeturn0search2

Peran dalam Ekonomi Nasional

Dengan pengelolaan aset yang mencapai sekitar Rp14.720 triliun (sekitar US$900 miliar), Danantara menjadi salah satu badan investasi terbesar di dunia, melampaui Khazanah Malaysia dan Temasek Singapura. Badan ini mengelola saham pemerintah di perusahaan-perusahaan besar seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID. 

Kontroversi dan Tantangan

Pembentukan Danantara tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak khawatir tentang potensi intervensi politik dalam pengelolaan investasi dan transparansi operasional. Kekhawatiran ini muncul karena Presiden Prabowo Subianto memiliki kontrol langsung atas badan tersebut, yang menimbulkan pertanyaan mengenai pemisahan antara kepentingan politik dan investasi. 

Harapan dan Prospek

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Danantara diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi Indonesia melalui investasi strategis yang berkelanjutan. Keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola aset secara profesional dan transparan, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan tujuan investasi jangka panjang.

Terimakasih telah menyimak penjelasan diatas semoga bermanfaat 


Postingan terkait: